Wonosari, (30/4) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Forkopimda Dalam Rangka Memperkuat Kerukunan Umat Beragama di Balai Kalurahan Wonosari Kapanewon Wonosari pada hari Kamis, 30 April 2026.
Peserta kegiatan merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Pamong Kalurahan Wonosari. Narasumber kegiatan adalah Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Dra. Endang Sri Sumiyartini, MAP., Komandan Detasemen TNI AU Gading, Mayor Lek Marwan Purnomo, serta Kepala Staf KODIM 0730, Mayor Cke Timotius Subanu.
Ubaidilah Aminudin Toyib, Carik Wonosari dalam sambutannya menyampaikan bahwa peserta kegiatan berasal dari unsur agama Islam, Kristen dan Katholik. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Kalurahan Wonosari telah menjaga moderasi beragama untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Sekretaris Badan Kesbangpol, Nurudin Araniri, S.Pt., M.E. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi Forkopimda dilaksanakan guna
memperkuat kerukunan dan menjaga stabilitas keamanan wilayah khususnya Kalurahan Wonosari.
Mayor Lek Marwan Purnomo dalam paparannya menyampaikan bahwa masyarakat hendaknya hidup berdampingan secara harmonis. Ia juga menyampaikan tiga pilar utama kerukunan umat beragama yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.
Dra. Endang Sri Sumiyartini dalam paparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki keberagaman agama dan keyakinan serta terdiri dari berbagai latar belakang sosial budaya. Kemajemukan tersebut jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi potensi gesekan sosial. Oleh karena itu keberagaman tersebut harusnya dijadikan sebagai kekuatan pembangunan, bukan sumber konflik.
Mayor Cke Timotius Subanu dalam paparannya menyampaikan rukun (dalam Bahasa Jawa) tegese urip kang selaras, tentrem ora pasulayan, hal tersebut dapat dilakukan jika masyarakat saling hormat, saling kenal dan saling menjaga. Ia juga menyampaikan bahwa kerukunan bisa dimulai dari diri sendiri dengan tidak mudah curiga serta mampu menjaga ucapan dalam pergaulan dan serta menjaga agar tidak mudah memberikan komentar buruk di media sosial.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan doa bersama.